TUGAS 6

Standard

Bab 10

Evaluasi Keberhasilan Koperasi dilihat dari Sisi Perusahaan

Efisiensi Perusahaan Koperasi

Efisiensi adalah penghematan input yang diukur dengan cara membandingkan input anggaran atau seharusnya (Ia) dengan input realisasi atau sesungguhnya (Is)

Jika Is < Ia à efisien

Rumus Efisiensi  à Efisiensi   =   Output  /  Input

Menurut Thoby Mutis (1902), ada 5 lingkup efisiensi, yaitu :

1)      Efisiensi Intern

2)      Efisiensi Alokatif

3)      Efisiensi Ekstern

4)      Efisiensi Dinamis

5)      Efisiensi Sosial

Jika dihubungkan dengan waktu terjadinya transaksi

diperolehnya manfaat ekonomi oleh anggota, maka

terdapat dua jenis manfaat ekonomi, yaitu

1)      Manfaat Ekonomi Langsung (MEL)

2)      Manfaat Ekonomi Tidak Langsung (METL)

MEL (Manfaat Ekonomi Langsung)

MEL adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota secara langsung pada saat terjadinya transaksi antara anggota dengan koperasinya

Contoh : dapat memenuhi kebutuhan anggotanya

METL
(Manfaat Ekonomi Tidak Langsung)

METL adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota bukan pada saat terjadinya transaksi, tetapi diperoleh setelah berakhirnya suatu periode tertentu atau periode pelaporan keuangan / pertanggungjawaban pengurus dan pengawas, yakni penerimaan SHU anggota

Contoh : memungkinkan perusahaan koperasi untuk mengembangkan usaha diluar kebutuhan anggotanya

v  Kunci utama efisiensi koperasi adalah pelayanan usaha kepada anggotanya

v  Manfaat ekonomi pelayanan koperasi yang diterima anggota dapat dihitung dengan cara sebagai berikut :

TME       =  MEL + METL

MEN      =  (MEL + METL) – BA

v  Bagi suatu badan usaha koperasi yang melaksanakan kegiatan serba usaha (multi purpose), maka besarnya manfaat ekonomi langsung dapat dihitung dengan cara sebagai berikut:

MEL    =  EfP + EfPK + Evs + Evp + EvPU

METL  =  SHUa

Efisiensi Perusahaan / badan usaha Koperasi :

  1. Tingkat Efisiensi Biaya Pelayanan BU ke anggota

TEBP  =    Realisasi Biaya Pelayanan

Anggaran Biaya Pelayanan

TEBP < 1 à biaya pelayanan BU ke anggota disebut efisien

  1. Tingkat Efisiensi Biaya Usaha ke bukan anggota

TEBU  =   Realisasi biaya

Anggaran Biaya Usaha

TEBU  < 1 à biaya usaha dapat dikatakan efisien

Efektivitas Koperasi

Efektivitas adalah pencapaian target output yang diukur dengan cara membandingkan output anggaran atau seharusnya (Oa) dengan output realisasi atau sesungguhnya (Os)

Jika Os > Oa àefektif

Rumus Perhitungan Efektivitas Koperasi (EvK) :

EvK  = Realisasi SHUk + Realisasi MEL

Anggaran SHUk + Anggaran MEL

Jika EvK > 1 à Efektif

Produktivitas Koperasi

Produktivitas adalah pencapaian target output (O) atas

input yang digunakan (I) Jika O > I à produktif

Rumus Perhitungan Produktivitas Perusahaan Koperasi :

1). PPK  = SHUk  /  Modal Koperasi X   100 %

2)      PPK  =     Laba bersih dari usaha dengan non anggota   /  Modal Koperasi  X   100 %

Dari efisiensi berdasar hubungan Output dengan

Input didapat rumus :

Q  =  bu k b1 L b2

Dimana :

Q                     =  kuantitas produksi

k                      =  kuantitas modal

L                      =  kuantitas harga tenaga kerja

Bu, b1, b2    =  parameter

Analisis Laporan Keuangan

v  Merupakan bagian dari sistem pelaporan keuangan koperasi

v  Merupakan bagian dari laporan pertanggungjawaban pengurus tentang tata kehidupan koperasi

v  Laporan keuangan koperasi pada dasarnya tidak berbeda dengan laporan keuangan yang dibuat oleh badan usaha lain. Secara umum, laporan keuangan koperasi meliputi :

1.  Neraca

2.  Perhitungan hasil usaha (Income Statement)

3.  Laporan Arus Kas (Cash Flow)

4.  Catatan Atas Laporan Keuangan

5. Laporan perubahan kekayaan bersih sebagai laporan keuangan tambahan

Perbedaan Perhitungan Laporan

Keuangan antara Badan Usaha dengan

Koperasi :

1)      -Perhitungan SHU pada koperasi  menunjukan usaha yang berasal dari anggota dan bukan anggota

– Alokasi pendapatan dan beban kepada anggota dan bukan anggota pada perhitungan hasil usaha berdasarkan perbandingan manfaat yang diterima oleh anggota dan bukan anggota

2)      -Laporan koperasi bukan merupakan laporan keuangan konsolidasi dari koperasi

– Dalam penggabungan dua atau lebih koperasi menjadi satu badan hukum koperasi, jadi dalam  penggabungan perlu memperhatikan nilai aktiva bersih yang riil dan perlu    melakukan penilaian kembali

-Koperasi mempunyai perusahaan dan unit usaha yang berada di bawah satu pengelolaan maka disusun laporan keuangan konsolidasi / laporan keuangan gabungan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s