LAMUNAN TAK BERUJUNG

Standard

Perasan itu begitu kuat sampai aku tak sanggup untuk terlalu lama jauh dari dirinya, seseorang yang dingin yang menjadi tambatan hati saat aku melihat senyumnya begitu menggetarkan jiwa membuat hati selalu damai. Namun rasa ku hanya bertepuk sebelah tangan dia tak hiraukan aku, perasaan itu aku rasakan sejak kelas 3 SMK. seseorang yang selalu aku puja, sebagai orang yang mencintainya dia hanya anggap aku sebagai teman baginya begitu perasaan ku teriris mati, awal yang baik sebagai teman, hanya teman.

Rasa sakit itu harus terulang kembali Titi orang yang selama ini aku puja-puja ingin memulai cinta dengan orang lain,mungkin dia  tak mengerti apa yang ada dalam fikiran aku Dia tahu jelas bahwa aku sangat ingin memiliki seutuhnya tetapi mengapa dia seperti itu kepadaku? Hari-hari itu harus ku jalani juga dengan helaan nafas panjang tanpa semangat, tanpa canda dan keceriaan hidup terasa hampa.

Titi yang kini berubah sikap kepadaku tak seperti dulu selalu memberikan senyumnya, membuat aku tertawa dan selalu membuat aku merasa nyaman saat berada di dekatnya berubah seakan cuek yang cuek, dingin, selalu membuat aku sedih. Setiap kali ku kirimkan pesan ia tak menjawab. Apakah sampai segitu nya dia bersikap kepada ku??. Tetapi perasaan cinta itu tak menghilang sedikit pun sampai saat ini, sempat terlintas dalam benak ku ingin juga membuatnya patah hati seperti ku.

Terlalu lama berfikir apa yang harus aku lakukan?? Ku coba untuk menerima keadaan ini dan bersabar tetapi kesabaran ku tak akan terus bertahan, kesabaran ku ada batasnya. Tak menunggu lama lagi aku memutuskan untuk menjalani hubungan yang sama sekali tak ingin aku jalani, dengan seseorang yang sama sekali tak bisa aku simpan rasa terhadapnya manusia tak berdosa itu harus menjadi pelampiasan hidupku.. “Ya Tuhan maafkan aku harus melakukan hal konyol seperti ini..”

Setelah cukup lama sekitar 2 sampai 3 tahun berlalu aku tetap menantinya, mungkinkah masih ada kesempatan untuk diriku ini.. akupun tidak tahu…

Namun penantian panjangku mulai menemui titik terang,.. sebuah awal untuk awal dari yang terindah dalam hidupku…

Perlahan mulai kubuka lembar cinta ini,, perlahan dengan sangat hati-hati bagaikan seekor burung yang terbang membawakan makanan dengan hati-hati agar tak jatuh untuk kemudian diberikan kepada anak-anaknya yang telah menunggunya di sangkar, ku mulai jalan cinta ini dengan tetap perasaan yang senang tiada tara…

 

Mungkinkah semua ini akan berlalu begitu saja dengan tanpa ada jejak di atas pasir pantai yang selalu dihembuskan ombak,..” ataukah akan terukir dipohon perdu yang tidak akan terhapus walaupun tertiup badai, angin dan hujan sekalipun……..”” selama pohon itu tetap tumbuh dan di hujani “cinta dan kasih sayang “…..

 

Ohh langit biarkanlah cinta ini tumbuh bersemi, hapuslah masa lalu yang kelam dan sinarilah hari-hari kedepan dengan sinar mentari yang selalu menghangatkan setiap jiwa tanpa pandang buluh……”

 

Semua cobaan, semua rintangan pastilah akan dijumpai di depan sana, maka kuatkanlah diriku agar aku dapat melewatinya berdua bersamanya…..”””

Memang diantara kami kusadari ada persamaan namun ternyata ada pula perbedaan. Bagai sayur tanpa garam maka tak indah rasanya tanpa cobaan.

“Namun semua itu sekarang hanyalah masa lalu aku dan Titi kini telah menikah dan mempunyai sepasang anak laki-laki dan perempuan yang keduanya kurasa sangat mirip dengan orang tuanya.

Sungguh indah anugerah yang kau telah berikan padaku tuhan, semoga kami dapat terus menjaganya hingga “akhir hayat….”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s