cerpen : Dira dan Dara

Standard

Di rumah sederhana yang asri itu tinggalah satu keluarga yang sangat bahagia, walaupun mereka hidup sederhana tapi mereka menjalani semuanya dengan senyuman, yaaa walau terkadang ada sedikit pertengkaran .Dirumah ini tinggalah dua orang anak dengan orang tuanya .  ayahnya berprofesi sebagai  karyawan biasa dan ibunya sebagai guru les disalah satu tempat les yang terkenal di Bandung . Anaknya yang pertama bernama  Andira lukman saputra (dira) dan adiknya Andara lukman saputri(dara) .Dira saat ini duduk kelas satu SMA  ia bersekolah d SMAN 3 Bandung sedangkan dara saat in duduk dkelas dua SMP ia bersekolah di  SMP 23 bandung .

Hari ini adalah hari pertama dira memakai baju SMAnya , dira telah menyiapkan semuanya dengan matang. Dira pun tak sabar ingin melihat muka teman barunya.

Saat ibu kluar dari kamarnya tak lama dira pun keluar dari kamarnya .

“tumben jam lima kamu udah bangun sayang.” Ucap bunda pada dira sambil mengelus kepala dira dan beranjak ke dapur

“ah, bunda dira kan emang selalu bangun jam segini.” Jawab dira dengan muka tanpa dosa

“preeeettttt.” Sambar dara sambil keluar dari kamar dan menutup pintu kamarnya .

Akhirnya dira dan dara pun bertengkar .

Saat mereka bertengkar ayah pun keluar dari kamar dan menyuruh mereka mandi, shalat dan bergegas ke sekolah.

Waktu telah menunjukan pukul 06.15 dan bunda pun mulai bawel untuk menyeruh dira,dara dan ayah sarapan . “ayah,dira,dara ayoo makan ntar kalian kesiangan .”  “iyaaaaaa bunda , sebentar.” Ucapnya serentak .

Tak lama kemudian ucapan bunda pun kembali terdengar sampai akhirnya mereka pun kluar dari kamar mereka masing masing dan duduk di meja makan .

Setelah mereka selasai sarapan mereka mencium kening bunda dan bergegas ke sekolah.

Sekolah mereka tak jauh dari rumah mereka, mereka pun  kesekolah mengendarai sepedah kesayangannya.

“ayah, bunda aku berangkat .“ ucap dira dan dara.

“hati-hati yaa sayang.” Jawab bunda.

*****

Sesampainya disekolah mata dira tak henti memandang bagian- bagian sekolah dan mencari sahabat karibnya yang bernama fajar sambil menaruh sepedahnya.

Tak lama kemudian ia pun menemukan fajar yang sedang duduk d didepan kelas dan dira pun menghampirinya .

“woy, kemane ajah dah.”

“ah kucrut ngagetin gua ajah dah.”

“lagi lu ah kaya orang kena rabies ajah lu.”

“sial.”

“kta msuk kelas yuk.”

“heuh,ayuk dah.”

Sesampainya mereka di kelas bersamaan dengan  bel  yang berrbunyi .

Dan akhirnya pun pelajaran pertama dira di SMA dimulai.

*****

Saat jam istirahat dara bersama temannya pergi ke kantin  untuk menenangkan para cacing yang berdemo di perutnya.

Dan tak lama kemudian datanglah pesanan mereka, saat mereka sadang asik makan dan bercanda dimas  pun datang dengan muka yang kusam.

“muka apa cucian, ko lecek gitu.” Cetus vivi

“bad feel euy, kunaonnya.” Jawab dimas

“nah lo dim, tar lo bakal ketemu cewe, rambutnya panjang terurai matanya merah, hiy serem.”

“ah  dara, ai maneh suka nakut nakutin ajah yang begitu kan Cuma bu erna doang., klo bu erna mah klo lgi marah bukan merah lagi tapi tambah aam tanduknya yang tumbuh perlahan.”

“bukan Cuma itu dim tapi setiap dia jalan pasti di jidatnya ada tulisan awas ada anjing galak.”

“ish, si vivi mah sok asal ceplos aja deh bukan anjing galak tau, tapi tulisannya awas macan ini belum makan 1 tahun.”

“nah gitu dong dim ketawa lagi kan enak di liatnya, ya ga vi.”

“iya tuh bener.”

Saat  mereka asik bercanda Tanpa mereka sadari bahwa hari ini ada pelajaran bu erna dan mereka pun belum selesai mengerjakan tugasnya .

Saat bel berbunyi mereka dengan santainya masuk kelas dan duduk sambil bercanda kembali .

“ bu erna dateennggg. “ da kelas pun seketika menajadi hening .

“buu Prnya ga di priksa ? “ cetus tasya . “PR yang mna.  “ suara  bisingan anak sekalas . “hari ini kita ulangan PRnya dikumpulkan minggu depan saja. “ “tapii kkaann.” Ucapnya serentak .

“cepat keluarkan kertas selembar .” ucap bu erna dengan nada tinggi .

*****

Sebulan lagi dara akan mengadakan ujian nasional, dara terlihat tampak stres . ia belajar dengan tekun, sampai dira pun jengah dan kasihan melihat adiknya. “de, lu istrahat dulu ke, ntar yang ada lu malah sakit pas UNnya. “ omel dira “tanggung nih mas, bentar lagi koo. “ jawab dara .

dira pun  menghampiri dara dan langsung menutup buku dara “mmmaaaaaassssss diirrraaaaaaaaa.”   Teriak dara sambil menjambak dira .

“ia ampuunnn, kita beli baso ojolali ajh yuukk.” “hhhmmmm,traktir tapi” “hhmmm ga!” “korreettt, yaudah  gue balajar lagi ajh klo gtu” “iya iya gue traktir” “ga ikhlas gitu neraktir guenya, ntar yang ada gue sakit perut pula” “iya bawel ikhlas ko gue” dan dara pun tertawa manja .

*****

Tak terasa lusa dara harus berperang dengan soal-soal yang harus dikerjakannya, dara terlihat tampak tegang tapi dira tak henti membuat dara lupa dari ketegangannya itu .

“entar sore ayah dan bunda akan kebandung, kalian dirumah baik baik yaaa” “ayah brownis amandanya 3 ya, saut dira dari dapur.” “mau brownisnya apa mbaknya nih kamu.” “iyah tuh yah kasih mbaknya aja dia mah” saut dara “enak aja emang dira cowo apaan” mendengar dira berkata seperti itu semua pun tertawa geli .

Sore pun tiba dan bunda pun berangkat, seperti biasanya mereka ayah dan buda mencium kening dira dan dara sebelum mereka pergi “hati-hati ya ayah” ucap dara sambil memeluk kencang ayahnya .

“iyah sayang, dira kamu jagain adikmu ini yyaa” ucap ayah “siap boosss” jawab dira .

****

H-1 menuju UN “mmaasss bangguunnn” “masih pagi de” “uddaahh jam setengah 7 mas, lu ga sekolah apaa” “de, ini kan hari minggu, lu mah ngigo sii” “hhmmmm, oia yyaa” “yaudah kita bangun ajjaaa, aayyyuuukk massss” “iiyyyaaa “ .

Dira pun keluar dari kamar sambil mengucek-ngucek matanya .

Tak lama dara pun bergegas kedapur dan mengobrak-abrik kulkas, dia mencari roti yang di belinya kemarin .”mas, liat roti aku ga ? “ “roti abon?”  “iya” “abis sama mas semalem, laper de lagi nonton bola.” . dara pun diam dan hanya cemberut “iyyaa mas ganti, tapi lusa yaa” “beliiinnya 5 yaa” “ga sekalian loyangnya ajh?” “hhmm,  udah ah gue mau mandi “ jawab dara dengan muka manyunya .

Tak lama ayah menelepon dan mengabarkan bahwa ia kan pulang . Hari pun semakin siang tapi ayah dan bunda belum juga sampai kerumah, dira menelponi ayah dan bund, tetapi hp keduanya tidak aktif. Dira dan dara pun mulai panik. Tak lama hp dira pun berbunyi dari nomor yang tidak dira kenal . setelah dira menerima telepon itu raut muka dira berubah seketika, dara sangat panik dan menanyakan ada apa sebenarnya .

“kita kerumah sakit” “siapa yang sakit mas, ayah bunda gapapa kan mas” dira tidak sama sekali menjawab pertanyaan dara, tapi dara tetap memaksa dira utuk menjawab sampai akhirnya dira hanya mampu memeluk dara  .

Sesampainya dirumah sakit dara mulai mengerti apa yang terjadi, mereka disana bertemu tante nis .

“tante, ayah sama buda gak apa-apa kan ?” tanya dira panik “tante juga belum tau dir” tante nis pun memeluk dira dan dara. Dara hanya terdiam tak menangis sama sekali, tatapannya kosong, dira mencoba menenangkan dara .

Tak lama dokterpun keluar dan tante nis pun di minta untuk menemui dokter Rasyid .

“bu, saudara ibu hanya mengalami shock dan benturan hebat di kepalany tapi saya saudah menanganinya saat ini mereka koma, esok pagi kemungkinan ia sudah akan sadarkan diri ” “terimakasih ya dok atas bantuannya” jawab tante nis . tante nis pun tersenyum dan  memeluk dira dan dara “ayah dan budamu hanya mengalami shock saja, mereka tidak apa apa kalian pulang saja besokkan dara harus ujian” mereka pun tersenyum kecil “iya tante”

*****

Ini adalah hari terakhir dara ujian tapi ayah dan bundanya tak kunjung sadar dari komanya . dara semakin menjadi murung, tapi dira tetap saja menengejeknya untuk membuat tertawa kecil dari mulutnya, tapi semua hanya sia-sia . semakin hari dara semakin murung, dia hanya berada di rumah sakit dengan menatap kedua orang tuanya dengan tatapan yang kosong .

“de, bunda gak apa-apa koo . bunda kan bunda yang hebat apa lagi ayah, kamu jangan gini terus nanti mereka sedih liat kamu” ucap dira sambil mengelus rambut dara . “dara salah apa si mas ko dara harus ngalamin hal seburuk ini di waktu yang semestinya dara harus mendapatkan semangat dari mereka, tapi dara” dara belum selesai bicara dira pun memotong pembicaraan dara “allah punya jalan lain de untuk semua takdir yang telah ditulisanya, mungkin allah menyuruh kamu untuk lebih dewasa ” dara hanya tersenyum dan dira pun menghampiri dan memeluk dara tapi terrnyata tante nis mendengar pembicaraan mereka “iya dara, mas mu benar Allah itu tidak memberikan yang kamu inginkan tapi allah itu memberikan apa yang kamu butuhkan.” Ucap tante nis menghampiri mereka berdua.” “tapi dara butuh mereka, dara butuh kasih sayang mereka, dara butuh perhatian mereka tanttee.” “keputusan allah tidak bisa di hitung dengan logika sayang, mulai lah menjadi sosok yang tegar, ketika kamu menjadi sosok yang tegar ayah bundamu pasti akan senang walaupun ia melihat yaa mungkin dari nan jauh disana.” Dara hanya membalasnya dengan senyuman .

******

Hari demi hari terus berjalan, tapi ayah bunda tidak kunjung membaik, dara mulai bisa berbincang kembali sperti biasa walaupun tidak sebawel dulu .

Hari ini pengumuman kelulusan dara, dara tak sabar menunggunya “ayahh bundaa nanti kalo aku dapet nilai bagus ayah bunda janji yaa harus bangun buat dara, buat meluk dara, buat nyium kening dara” ucap dara sambil mengeluarkan jari kelingking tanda perjanjian yang biasa mereka lakukan “ayah bunda mana mau meluk lo, lo nya ajah asem belom mandii” cetus dira seusai mandi “bunda tuh bun masnya ngeselin ayo bun omelin mas dira lagi.” Saut dira sambil menggengam tangan bunda .

“ayah dara curang tuh maenannya ce-esan ama bunda, ayah bantuin dira dong omelin dara” jawab dira dan tante nis pun tersenyum dan menggeleng melihat kelakuan mereka itu, saat dara mecium kening bunda tangan bunda mulai bergerak di susul pula dengan ayah. Dara terkejut tapi itu hanya sebentar ayah dan bunda kembali tak sadarkan diri .

Waktu mulai menunjukan pukul 09. 55 waktunya dara untuk pergi kesekolah untuk mengambil hasil kelulusan. Sesampainya disekolah dara sangat tegang  tak lama surat sudah di tangan betapa teganggya dara dan setelah dibuka dara LULUS betapa riangnya ia. Dan dara adalah juara umum untuk angkatannya, dara bergegas kerumah sakit untuk menyampaikan kabar gembira ini kepada ayah dan bundanya. Sesampainya dirumah sakit ia berlari dan mencium kening ayah dan budanya “ayah bunda lihat hasil dara, nem dara 38,90 yyaahh bbuunn, bunda dara kan janji ama bunda klo dara dapet nilai bagus dara kan bakalan bikinin bunda brownis  bunda bangun dong biar nanti dara bikinin ayyoo ayah mau juga kan dara bakal bikin yang buannyyaakk deh janjiiii…………..” masih banyak yang dara ceritkan kepada yanh dan bundanya ituu .

Tak lama terdengar suara ayah memanggil dira dan ternyata itu benar ayah, ayah sudah mulai siuman ayah tersenyum melihat dira dan dara tante nis pun  memanggil dokter utuk memeriksanya m ternyata ayah sudah membaik betapa senangnya dara saat itu .

Saat hari menjelang sore, tangan bunda mulai bergerak, bunda mulai membuka matanya perlahan dan ternyata ayah dan bunda pun sudah membaik dan bahkan sangat jauh membaik dari sebelumnya . dara sangat bahagia saat ini dira pun seperti itu. Mereka dira tidak akan  pernah melupakan hari bahagia ini, tepat sehari sebelum ulang tahun dara yang ke 14 .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s