Cloud

Standard

Terror of cloud

Beginning

Awan melayang-layang di langit yang biru yang selalu pergi jika tertiup angin. Hembusan udara yang membuat semangat yang telah runtuh kini bangun dengan kokohnya untuk menjalani kehidupan yang sangat rumit ini…

“hai !….awan jangan pergi dulu…!” kata bintang teman sekelasnya.

“hehehe, aku pergi dulu yah bintang” balas awan sambil tersenyum menatap bintang.

Lalu awan berlari dari gerbang sekolah menuju rumahnya yang tidak jauh dari rumahnya itu. Ketika sampai di rumah dia tersentak kaget.

“kenapa rumah ku sepi sekali…,gerbang pun tidak di kunci…”gumam awan yang mendapati rumahnya sangat sepi.

Awan pun dengan cepatnya masuk ke dalam rumah untuk melihat keadaan rumah yang sepi itu. Saat awan berada di dalam rumah awan pun bingung melihat kondisi rumah yang masih kosong. Awan segera memeriksa seluruh ruang yang ada di rumah tersebut. Anehnya lagi rumah tersebut tetap kosong tidak ada tanda-tanda 1 makhluk pun yang ada di rumahnya.

“tumben banget nih rumah sepi”gumam awan yang bingung

“tapi dimana ayah,bunda dan tyas yah…?” gumam awan yang bingung keberadaan orang tua dan adiknya.

Tapi dengan tidak sengaja awan melihat ada cairan yang berwarna merah mengalir dari arah dapur.

“itu apa yah yang mengalir di dapur…?” kata awan.

“kok kayak darah..!!!!” pikir awan yang mulai panik.

Awan pun bergegas menuju dapur untuk melihat keadaan yang ada di dapur. Setelah dia sampai di dapur, awan menemukan 3 badan manusia yang belumuran darah.

“ jangan-jangan itu ayah,bunda dan tyas…?” pikir awan yang menambah rasa takut di sekujur badannya.

“yah…?,bun…?,yas….?” Panggil awan ke orangtua dan adiknya itu.

Setelah awan mendekat awan pun kaget bahwa 3 orang yang bergeletak dan belumuran darah tersebut adalah orangtua dan adiknya.

“ tidaaaaaakkkkkkkk….!!!!!!!!!!!!!!” Teriak awan dengan histeris.

“ ini semua tidak mungkin, tidak mungkin kalau orangtua ku dan adik ku mati seperti ini” sangkal awan yang tidak percaya orangtua dan adiknya telah mati.

Awan pun panik mau melakukan apa. Akhirnya awan pun keluar dari dapur. Setelah keluar dari dapur dia bertemu dengan seseorang yang membawa pisau dengan berlumuran darah.

“ siapa kamu…?” teriak awan.

“ lu gak harus tau siapa gw, yang lu harus tau adalah hari terburuk keluarga lu adalah hari ini” teriak orang misterius itu.

“apa yang keluarga saya lakukan ke kamu ?, salah keluarga saya apa?” kata awan.

“udah diem aja lu bocah !, yang jelas hari ini juga adalah hari kematian lu, hahahaha “ teriak orang misterius itu dengan lantangnya.

Awan pun berlari untuk menyelamatkan dirinya dari ancaman orang misterius yang ingin menghabisi dirinya.

Tetapi orang misterius itu tidak tinggal diam, dia cepat menarik baju awan dan awan pun terjatuh ke lantai. Penjahat itu langsung mengarahkan dan menghujam pisau tersebut ke arah awan.

“tiiiiiiiiddddddaaaaaaakkkkkkkkk!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” teriak awan.

Smile of cloud

Hari yang membingungkan

 

Pagi hari ini pun awan bersiap-siap untuk menjalani hari-harinya yang datar seperti biasanya. Awan pergi ke arah meja makan untuk sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat ke sekolah.

“ eh ada tyas, sarapan apa kamu yas..?” Tanya awan ke adiknya.

“tyas sarapan nasi goreng nih mas” jawab tyas.

“bunda kemana yas…?, klo ayah mas tahu kalau kerja..”Tanya awan.

“bunda tadi pagi-pagi udah pergi ke rumah bude di ciracas mas, kata bunda sih mau ada acara keluarga gitu, makanya bunda udah bikinin nasi goreng buat kita sarapan”jawab tyas.

Tyas pun langsung menghabiskan nasi goreng yang ada di depannya. Tiba-tiba tyas pun bertanya kepada awan.

“ mas awan tyas boleh nanya gak…?” Tanya t’yas ke kakaknya itu.

“ boleh lah, emangnya tyas mau nanya apa…?” jawab awan yang heran dengan pertanyaan tyas tadi.

“emmm…, mas awan kok semalam teriak-teriak yang gak jelas gitu sih…?” Tanya tyas.

“ teriak apanya yas…?,, semalem mas tidur kayak biasa aja” jawab awan.

“ ya teriak kayak gini nih…’tidaaaakkk,tidaaaaakkkk’, kayak gtu mas”jawab tyas dengan berteriak yang membuat telinga awan merasa mau pecah.

“ iya apa mas teriak-teriak gak jelas kayak gitu…?” Tanya awan.

“ iya mas” jawab tyas yang heran dengan teriakan awan.

Awan pun teringat dengan kejadian tersebut. Kejadian dimana keluarganya di bunuh dan dirinya juga ingin di bunuh oleh orang misterius.

“hahahahaha…” tawa awan.

“kenapa kamu mas…?” Tanya tyas heran.

“gak kenapa-kenapa kok yas…hehehehe”jawab awan sekenanya.

“ih pagi-pagi udah sarap!!!!” kata tyas.

“biarin…, emang mas pagi-pagi udah sarap, tapi mas mau sarap-an” canda awan kepada adiknya.

“udah ah…tyas mau pergi sekolah duluan yah” kata tyas sambil mendekati awan untuk mencium tangannya.

“belajar yang bener yah yas…jangan kebanyakan jajan di sekolah” kata awan sambil bercanda kepada adiknya.

“iyah mas…mas tyas berangkat dulu, assalamulaikum…”jawab tyas sambil pamit ke awan.

“wa’alaikumsalam…” jawab awan.

Awan pun akhirnya sarapan nasi goreng yang sudah di depan matanya tersebut. Dan setelah itu awan pun pergi ke sekolah juga.

Di dalam perjalanan awan pun berfikir.

“apa yang bakal terjadi yah hari ini…?,sangat membingungkan…” gumam awan sambil berjalan menuju sekolahnya.

Tiba-tiba ada mobil yang hampir menabrak awan di jalan. Di dalam mobil itu awan melihat sosok perempun cantik yang seumuran dengan dirinya, ternyata mobil itu menuju ke arah yang sama dengan awan.

“siapa yah perempuan di dalam mobil itu…?”pikir awan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s