Masa Kecil..

Standard

Yah, masa kecil kalau dibilang memang indah. Masa dimana anak-anak sedang asik bermain. Belum tahu mana yang harus dilakuin dan tidak boleh dilakuin. Masih anak-anak itu sangat polos, belum berdosa dan muka yang dimana masih sangat lucu-lucunya.
Saya jadi teringat dengan masa kecil saya. Masa dimana saya melakukan hal-hal yang konyol kalau diingatnya. Saya terkadang tertawa sendiri tetapi membuta saya terheran-heran kenapa saya bisa melakukan hal-hal seperti itu. Hal unik tapi kalu dipikir sekarang itu perbuatan yang salah.
Saya akan ceritakan masa kecil saya. Masa kecil saya itu beragam ceritanya. Tapi pengen sekali gitu rasanya kembali ke masa kecil. Dulu saya pernah nyemplung di empang orang dalam katai lain dikenal dengan ngobak. Saya dan teman-teman saya sering sekali ngobak di empang tersebut. Dimana letak empang tersebut di dalam kebon. Kami melakukannya di siang hari, menuju kesananya pun penuh perjuangan. Kami harus melewati lapangan yang ada penjaganya. Jadi kami manjat dulu dari pager, terus ngumpet-ngumpet jalannya, lalu kami memanjat pager lagi yang di sebelah pager tersebut adalah tempat sampah yang ukurannya cukup besar. Mau tidak mau kami nyemplung ketempat sampah tersebut. Perjalanan belum berakhir, kami harus jalan lagi, yang jaraknya itu lumayan agak jauh. Sesampainya disana, kami hanya main air saja. Pernah pada waktu itu kami semua bergandeng tangan, teman kita yang di depan terpeleset dan nyebur ke empang itu jadi semuanya mau tidak ikut terpeleset dan nyebur ke empang tersebut. Kita semua basah kuyup. Tetapi kita juga tertawa dengan riang karena saking lucunya kejadian itu. Karena sudah basah kuyup dan takut dimarahi sama orang tua kita kalu pulang, jadi kami mengeringkan baju dahulu di tengah lapangan. Setelah agak kring baru kita pulang kerumah masing-masing. Pernah suatu hari, namanya juga main ditengah kebon, semua tubuh saya bentol-bentol, mungkin terkena serangga. Saya takut untuk pulang, pasti saya dimarahi sama bapak saya yang sedang sendiri dirumah. Akhirnya saya pulang sambil berharap tidak ada yang melihat saya. Tetapi kakek saya yang sedang bediri di depan rumahnya melihat saya dengan keadaan yang begini, akhirnya saya lari langsung masuk rumah dan ngumpet di kolong tempat tidur bapak saya yang dimana bapak saya sedang tidur di tempat tidur itu. Terus kakek saya masuk kerumah saya dan teriak-teriak manggil bapak saya. Lalu mereka mencari saya, pada kahirnya mereka menemukan saya. Saya sudah ketakutaaan sekali takut di marahi, tetapi mereka malah tertawa. Saya pun jadi merasa lega.
Hahahahaha itu baru 1 cerita dari saya, masih banyak lagi yang mau saya ceritakan. Masa kecil saya sering sekali bermain dengan teman-teman. Bahkan semua waktu saya, saya habiskan untuk bermain tetapi tidak lupa diimbangin dengan waktu belajar. Semua permainan tradisional kami mainkan. Ada permainan tektok kaleng yang mainnya ada 7 kaleng ditumpuk,lalu kita hompimpa terlebih dahulu, sampai menemukan yang kalah yang bakal menajaga kaleng itu. lalu kita semua berbaris untuk bergantian melempar bola kasti sampai terkena kaleng itu, kalau orang tersebut melempar bolanya tidak kena kaleng itu, maka dia yang akan menjaga kaleng itu. Setelah salah seorang melempar bola lalu mengenai kaleng tersebut kita semua berpencar untuk mengumpat. Lalu yang jaga itu menyusun kaleng terlebih dahulu, setelah tersusun baru penjaga itu mencari kami yang sedang mengumpet sambil menjaga kaleng itu jangan sampai kaleng itu dihancurkan kembali oleh salah satu dari kami, kalau itu terjadi apabila ada teman kami sudah ada yang berhasil ditemukan penjaga itu, lalu salah satu dari kami ada juga yang berhasil menghancurkan kaleng itu, akhirnya orang yang sudah berhasil ditemukan penjaga itu boleh mengumpat kembali. permainan bisa selesai sampai penjaga itu berhasil menemukan kami semua dan berhasil menjaga kaleng itu. Lalu ada pemainan BT 7, sama permainannya dengan tektok kaleng, tetapi ini dengan bola gebok, maksudnya yang kalah memukul bola itu ke salah satu dari kami, setelah kena dialah yang jaga, sampai sterusnya seperti itu sampai ada yang berhasil menghancurkan BT (pecahan genteng) yang disusun ada 7 buah. Dialah pemenangnya. Ada juga permainan taplak gunung, aslein, petak umpet, benteng, bola bekel, main orang-orangan yang terbuat dari kertas yang di jual abang kelontong, main karet, main bola, main sepeda, dan masih banyak lagi permainan yang saya dan teman-teman saya mainkan.
Kami bermain tanpa membeda-bedakan status, kaya-miskin, jelek-cakep, cewe-cowo, bahkan anak yang sombong pun kami ajak main. Itulah yang membuat masa kecil itu menyenagkan. Semuanya bermain bareng. Ingin sekali rasanya kembali ke masa kecil dulu. Tidak merasakan masalah serumit masalah orang dewasa alami. Yang ada di pikirannya hanya main, main dan main.
Itulah sepenggal cerita masa kecil saya yang ingin ceritakan kepada pembaca. Semoga pembaca dapat mengenang pula masa kecilnya, menghargai, dan tidak akan pernah dilupakan. Maaf kalau saya tidak bisa menceritakan seluruhnya, karena banyak banget-banget kenangan dimasa kecil saya. Dan saya yakin pasti pembaca juga mempunyai kenangan masa kecil yang banyak pula seperti saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s