Cerpen : Kiki Si Pemulung

Standard

Hari ini tepat ulang tahun kiki  yang ke 16, tepat pula sudah 5 tahun Kiki menghilang dari rumahnya. Rrizki Nugraha biasa di panggil dengan sebutan Kiki. Ia menghilang dari genggaman ibunya ketika di stasiun gambir saat mereka sekeluarga pergi untuk berlibur ke kampung halaman, pada saat itu kiki terlepas dari genggaman ibu sampai sakarang Rizki tidak ditemukan, mereka sekeluarga sudah melaporkan kepolisi dan mereka sudah menggunakan berbagai cara tapi semua hanya sia-sia. Kiki sekarang hanya tinggal di emperan toko, makan dan minum ia hanya mengandalkan dari uang berjualan rongsokan yag dicarinya setiap hari. Bahkan bisa jadi ia tidak makan seharian.

 

Malam ini ia binggunng harus tidur dimana, karena emperan yang ditempati selalu bercepat-cepatan dengan temannya kalau saja kurang cepat  ia bisa tidur didalam pasar yang sumpek dan agak seram. Saat Kiki sedang mencari tempat yang sudah terlihat penuh itu, Kiki melihat Dewi sedang menggelar kardus untuk tidurnya malam ini. Kiki pun menghampiri

 “dew aku tidur di tempatmu yaa malam ini saja” “hhmm, baiklah tapi kardusku tidak muat untuk dua orang” “sudah dew aku tidak usah memakai kardus yang penting bisa memejamkan mata juga sudah cukup” “baiklah kalau seperti itu” jawab dewi sambil menggambil posisi tidur.

******

Tepat pukul 3.00 WIB kiki mulai mencari barang rongsokan untuk makan paginya nanti, Kiki mulai mengitari dari komplek satu ke komlpek lainnya sayangnya tidak banyak yang Kiki dapat pagi ini. Tak tearsa watu sedah menunjukan pukul 06.30 WIB Kiki mulai pergi kepemasok untu menjualnya . “bang saya mau jual ini bang” sambil memberikan karung yang dibawanya” “tumben sekali kamu datangnya siang?”jawab si pemasok sambil menimbang karung yang didapat Kiki “ iyah bang, dari tdi dapetnya susah banget jadi saya pindah ke komplek depan deh” “oo, gtu toh, 5ribu yaa kii” “yah bang gak bisa di tambahinn apa bang?” “ga bisa ki untuh mentok , kalo dikurangin gue mau” “yaudah deh bang yang penting saya sarapan dulu pagi ini” “yaudah nih” kiki pun mengambil uangnya dan pergi untuk mencari sarapan di pagi itu. Saat ini ingin memutuskan makan di tempat mbok Jum warung nasi yang biasa ia singgahi, di tengah perjalanan ia melihat Dewi sedang di kroyok Kiki pun mengahampirinya “Dew ada apa” tanya Kiki panik “itu tdi gue kewilayah mereka” jawab Dewi sambil sesegukan “maksud lo apa ke wilayah gue?” bentak ibu-ibu preman itu dengan muka memerah dan sedikit mulai bertanduk “maafkan teman saya ini, kita janji tidak akan pergi ke daerah ibu lagi” jawab Kiki “enak amat lo nimbang minta maaf, ganti rugi lo, mana sini uang lo pagi ini buat gue semua baru lo berdua gue maaffin.” Ucap ibu bertanduk itu di ikuti dengan ketawa jahatnya “ini uang yang kita dapat, hanya 5ribu, kita tidak mendapatkan banyak hari ini” “oke sini duit lo” “jangan kii, nant lo sarapan pake apaa?” ptong Dewi sambil menangis “gpp wi yang pentig semuanya selesai.” Jawab Kiki “lama banget si ngasih goceng doang”. ucap ibu itu sambil merebut uang 5ibu yang ada di genggaman Kiki dan ia pun tertawa jahat sambil menoyor Kiki dan Dewi lalau pergi meninggakan mereka berdua.

 

Akhirnya Kiki dan Dewi memutusakn untuk mencari aqua dan barang-barang rongsokan lagi ntuk makan pagi mereka berdua mereka memutuskan untuk mencari didekat sekolahan dan menuggu anak-anak berstirahat. Tak lama bel pun berbunyi “akhirnyaa” ucap Dewi “laper lu ya wi” “hahaa, iya nih ki” Kiki pun tersenyum dan  mulai mengambili botol-botol yang berserakan itu.

Setelah terjual mereka mendapatkan 8ribu, lumayan lah untuk makan pagi ini, lalu mereka bergegas pergi ke tempat mbok Jum .

 

Siang mulai menjelang, Kiki selalu mengintip siswa yang sedang belajar, tahun ini Kiki mengintip siswa SMK kelas 3, Kiki juga memepunyai buku seperti siswa pda umumnya, kiki juga sedikit paham apa yang di ajarrkan oleh guru itu, sudah hampir 3 tahun kiki seperti ini, guru guru di seitar situ pun sudah menyadarinya sejak lama dan menyuruh kiki untuk mnegikuti sekolah selayaknya anak-anak di sana tapi kiki menolak karena ia merasa tidak mampu untuk membiayai kebutuhan sekolahnya, sampai akhirnya ia dipanggil kepala sekolah SMK  itu . “apa maksudmu mengintip diskolahan ini” tanya kepala sekolah “anu buu, hhmm” jawabnya dengan rasa takutnya “jawab!” bentak kepala sekolah “itu bu saya ingin seperti mereka yang bisa bersekolah”. “Lalu apa alasan kamu menolak sekolah ini yang telah menawarkanmu?” “saya taku tidak biasa membiayai semuanya bu, untuk makan saja saya harus bekerja dulu, itu pun tak seberapa” “apa pekerjaanmu saat ini?” “saya hanya pemulung bu” “bsok kamu datang kemari saya tunggu jam 06.30 tidak pakai telat kalau telat kamu akan mendapatkan sangsinya dan kalau kamu tidak datang saya yakin kamu pasti akan menyesal seumur hidupmu” tegas ibu kepala sekoala “hhmm, baik buu” jawab Kiki ragu “sekarang kamu boleh pulang” “baik bu terimakasih”

Sepanjang perjalan, memikirkan harus diambil atau tidak. Sampai akhirnya kiki memutuskan untuk mengambilnya .

 

******

 

Pagi pun menejelang seperti biasanya Kiki mulai mengitar untuk mencari barang yang akan ia jual untuk sarapannya pagi ini, pagi ini Kiki mendapatkan uang  yang lumayan untuk ia tabung sebagian. Sampai akhirnya waktu menunjukkan pukul 06.10, Kiki mulai bingung harus di ambil atau tidak tapi Kiki ingin sekali, sampai akhirnya Kiki membulatkan tekatnya untuk mengambil tawarannya itu, dan kiki pun bergegas ke sekolah itu. Kiki sampai sana lebih cepat 10menit dari perjanjian. Kiki menunggu, tak lama kepala sekolah pun datang mereka berdua tersenyum “akhirnya kamu datang juga” “ia bu” jawab Kiki dengan muka sumbringa” “mari ikut ibu ke katntor” ucap ibu kepala sekolah dan Kiki pun mengkutinya dari belakang. Sesampainya disana, Kiki mengikuti beberapa test yang telah disiapkan oleh ibu kepala sekolah, dan hasilnya tidak terlalu buruk setelah menunggu hasil testnya Kiki di nyatakan lulus dan Kiki mendapatkan baju seragam sepatu dan buku tulis begitu senangnya Kiki dan Kiki pun di perbolehkan untuk tinggal disekolah bersama penjaga sekolah, entah kiki bermimpi apa semalam tadi, kiki pun tak henti berucap trimakasih kepada ibu kepala sekolah. Hari ini Kiki sudah mulai di perbolehkan masuk kelas, dan Kiki pun memluai dari kelas 2.   

 

******

 

Setahun kiki lewati di skolah itu, mulai saat itu Kiki menjadi penjaga sekolah dan Kiki tidak perlu memulung lagi. Kiki juga tidak terlalu bodoh di kelasnya, dan Kiki bertekat ia akan membuka bengkel sediri dan ia akan mencari kedua orang tuanya itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s