Sejauh Manakah UU Perlindungan Konsumen Sudah Ditegakkan

Standard

Undang-undang perlindungan konsumen dibuat dengan tujuan untuk melindungi konsumen dari kecurangan para produsen yang merugikan konsumen. Dengan kata lain konsumen berhak mendapat perlindungan hukum dengan mengadu apabila konsumen tersebut merasa dirugikan oleh produsen dan tidak dibelit-belitkan dalam penyelesaian masalahnya. Tetapi kenyataannya di negara kita tercinta ini, undang-undang perlindungan konsumen belum sepenuhnya dilaksanakan oleh para penegak hukum. Dan banyak pula kejadian menyimpang dari semua peraturan tentang perlindungan konsumen.

Ketidak sepenuhnya undang-undang prlindungan konsumen dan kasus penyimpangan di dalam undang-undang tersebut tidaklah asing lagi di pendengaran kita. Konsumen merupakan sasaran utama para pelaku produsen. Produsen berprinsip, semakin banyak konsumen yang di dapat semakin banyak pula laba atau keuntungan yang diperoleh. Dari prinsip itulah yang menyebabkan para pelaku produsen melakukan berbagai cara agar prinsipnya itu dapat terealisasikan. Banyak cara yang di lakukan produsen, mulai dari yang positif sampai negatif. Banyak produsen yang melakukan kegiatan produksinya dengan cara yang positif tetapi tidak sedikit pula produsen yang melakukannya dengan cara negatif. Malah yang saya dengar dari pemberitaan di televisi, lebih banyak produsen yang melakukan kecurangan dari pada produsen yang melakukan tindakan dengan jujur. Apa mungkin memang acara televisi tersebut jarang menayangkan pemberitaan yang baik tentang produsen???entahlah..😀

Seharusnya para konsumen itu dilakukan selayaknya raja. Tanpa konsumen para produsen tidak akan memperoleh laba. Ditambah dengan adanya persaingan di dunia produsen, maka kecurangan tersebut semakin menjadi-jadi. Sebenarnya apasih enaknya berlaku curang? Toh curang itu perbuatan dosa di semua ajaran agama. Para produsen sudah dibutakan dengan keuntungan, keuntungan yang dapat diperoleh dalam jangka waktu pendek, tetapi dengan berbuat curang,,hadeeehh dasar produsen,,gak pernah diajarin agama kali ya?? Apa sih susahnya berlaku jujur? Malah kalau berlaku jujur membuat para konsumen untuk tetap setia membeli barang yang dihasilkannya.

Terkadang suka geregetan kalau mendengar pemberitaan tentang kecurangan mengenai barang-barang yang dihasilkan produsen. Membuat bingung para konsumen, mana barang yang harus dipercaya kebersihannya dalam pembuatannya. Dan ditempat mana para konsumen memperoleh barang yang benar-benar terjamin kebersihannya. Sampai masalah tempat pun tidak bisa dipercaya.

Yang saya dengar dari pemberitaan di televisi, barang-barang yang dikemas dengan hasil kecurangan para produsen tidak hanya dijual di tempat pasar tradisional atau di toko-toko kecil, tetapi di supermarket besar pun pernah ditemukan barang-barang yang dikemas atau dibuat dari hasil kecurangan para produsen. Waktu itu saya melihat pemberitaan yang memberitakan tentang ditemukannya makanan kadaluwarsa dan makanan yang mengandung formalin, atau sejenis bahan-bahan yang tidak layak dipakai dalam pembuatan makanan terebut di dalam supermarket besar. Memang tidak semuanya tempat-tempat supermarket besar menjual barang-barang tersebut, tetapi cukup membuat konsumen bingung, tempat mana yang harus dikunjungi untuk memperoleh barang-barang yang diinginkan dan bersih dari kecurang produsen.

Kecurang produsen selalu disangkut-pautkan dengan pemerintahan kita. Kemana pemerintahan kita?? pemerintah hanya bisa membuat peraturan saja tetapi tidak dilkasanakan sepenuhnya. Memang sih saya melihat usah pemerintah dalam tindakan sidak (inspeksi mendadak) tetapi tidak cukup untuk membuat jera para produsen. Karena bagian yang bekerja untuk inspeksi hanya memeriksa barang-brang yang tidak layak untuk dikonsumsi tetapi produsennya itu tidak dilaporkan ke para penegak hukum.

Sekalinya ada kejadian yang sampai dilaporkan ke penegak hukum, tetapi si penegak hukumnya itu malah disilaukan oleh uang uang dan uang. Lagi-lagi uang yang berbicara. Hadeeehh mau jadi apaa dunia ini K?

Persoalan perlindungan konsumen mungkin ada kaitannya dengan adanya perdagangan bebas untuk masa mendatang, apalagi siklus perdangangan yang semakin cepat dapat memicu timbulnya ketidak jelasan terhadap perlindungan konsumen pada saat ini, apalagi produsen saat ini ditunjang dengan teknologi canggih yang membuat kapasitas produksinya melebihi batas normal dapat memicu persaingan antar produsen tidak sehat dan berdampak kepada perlindungan hak konsumen. Dan saat ini sudah terjadi posisi tawar menawar yang tidak sehat juga antara pemerintah dengan produsen yang menimbulkan semuanya, disisi pemerintah ingin mendapatkan pemasukan pajak yang lebih besar dan dari pihak produsen ingin meningkatkan laba yang sebesar besarnya, justru itulah yang menimbulkan semuanya menjadi kacau dan rumit.

Seperti misalnya, rokok dan pembalut. Sebenarnya rokok merupakan faktor pembuat sarang penyakit di tubuh kita tetap masih saja beredar. Dan pembalut, saya pernah dikasih pengarahan tentang bagaimana pembalut itu di buat. Tetapi mengapa 2 barang tersenut masih saja tetap beredar. Itulah yang harus kita pertanyakan kepada pemerintahan kita yang terhormat ini.

Sejauh manakah perlindungan konsumen ditegakkan?

Menurut saya perlindungan konsumen sudah ditegakkan bagi kalangan masyarakat yang mempunyai kekuasaan tinggi di negara ini atau yang mempunyai kekuatan uang. Tetapi bagi masyarakata menegah kebawah, tidaklah diperdulikan oleh para pelindung konsumen. Walapun sudah ada hukum tentang perlindungan konsumen, tetapi tetap saja di acuhkan oleh para pelindung konsumen.

Dalam pelaksanaan perlindungan konsumen tidak hanya dilakukan oleh pemerintahan saja, tetapi butuh partisipasi masyarakata juga. Masyarakat harus pintar-pintar memilih barang yang baik untuk di konsumsi. Dan pemerintah harus lebih meningkatkan pengawasan terhadap barang-baramg yang do jual di pasaran dan lebih tegas lagi dalam pemberian sanksi kepada para produsen yang telah merugikan konsumen. Dan pemerintah juga harus lebih memperhatikan masyarakat menegah-kebawah. Dengarkanlah keluhan para konsumen dari kalangan menengah kebawah dan harus ditindak lanjuti.

Sekian tulisan ini saya buat. Apabila ada salah kata, dan ada pembaca yang kurang setuju degan tulisan saya, mohon dimaafkan

Sekian dan terima kasih🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s