Tugas Softskill

Standard

PENGARUH MODAL KERJA, PERPUTARAN MODAL KERJA DAN DEBT TO EQUITY RATIO (DER), CURRENT RATIO (CR), TOTAL ASSET TURNOVER   TERHADAP RETURN ON EQUITY (ROE)

Latar Belakang

Perusahaan pada umumnya sebelum menjalankan kegiatannya pasti selalu membutuhkan modal kerja. Modal kerja merupakan komponen terpenting dalam suatu perusahaan. Tanpa modal kerja perusahaan tersebut tidak akan dapat beroperasi. Selama perusahaan masih beroperasi, modal kerja sangat dibutuhkan untuk membiayai kegiatan operasional suatu perusahaan sehari-hari untuk menjaga kelangsungan dan kontinuitas perusahan. Adanya modal kerja yang memadai memungkinkan suatu perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya akan berjalan lancar dan dapat meminimalisir hambatan. Apabila terdapat kelebihan modal kerja menunjukan adanya modal kerja yang tidak produktif sehingga menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Sebaliknya, apabila modal kerja tidak memadai maka perusahaan tersebut tidak akan berjalan. Sehingga modal kerja sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup perusahaan.

Kebutuhan modal kerja setiap perusahaan berbeda-beda. Salah satu faktor yang mempengaruhi besar kecilnya modal kerja yang dibutuhkan perusahaan yaitu ditentukan berdasarkan jenis perusahaan dan besar kecilnya perusahaan itu sendiri. Semakin besar perusahaan tersebut semakin besar pula modal kerja yang dibutuhkan. Kebijaksanaan perusahaan dalam mengelola modal kerja yang tepat akan menghasilkan keuntungan yang diharapkan perusahaan. Sebaliknya, apabila pengelolaan modal tidak tepat dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Kegiatan penyediaan modal tersebut bersifat dinamis atau berubah-ubah sehingga harus disesuaikan dengan perkembangan perusahaan.

Sumber dan penggunaan modal kerja diperoleh dari modal sendiri dan diperoleh dari kredit jangka pendek maupun kredit jangka panjang. Awalnya suatu perusahaan memenuhi modal kerjanya diperoleh dari modal sendiri. Tetapi akan muncul pertanyaan apakah perusahaan tersebut akan berlangsung secara efektif dengan modal sendiri yang dia punya? Apakah modal tersebut dapat memenuhi semua kebutuhan operasional perusahaan?. Pada umumnya modal sendiri tidak mencukupi kebutuhan akan modal kerja karena sudah digunakan untuk membiayai harta tetap, atau bahkan untuk mencukupi harta tetap ini perusahaan masih harus menggunakan kredit jangka panjang. Namun jika modal kerja seluruhnya diperoleh dari kredit jangka panjang, maka akan menimbulkan kerugian pada modal kerja dalam waktu pendek sedangkan perusahaan harus terikata pada beban tetap yang harus dibayar yaitu bunga.

Komponen modal kerja dalam sutau perusahaan adalah suatu dana yang harus berputar secara tetap atau permanen. Tingkat perputaran modal kerja yang tinggi akan menyenangkan kreditor jangka pendek karena mereka memperoleh kepastian bahwa modal kerja berputar dengan kecepatan yang tinggi dan utang akan segera dapat dibayar meski dalam kondisi operasi yang sulit. Dalam perusahaan tingkat perputaran modal kerja yang tinggi akibat adanya jumlah modal yang cukup dengan tingkat penjualan yang tinggi sehingga modal cepat kembali ke bentuk semula yaitu kas dan piutang. Namun ada kalanya perputaran modal kerja yang tinggi akibat perusahaan kekurangan modal kerja sedangkan tingkat penjualan dalam perusahaan tersebut tinggi. Sedangkan tingkat perputaran modal kerja yang rendah disebabkan karena banyaknya dana yang tidak dimanfaatkan dalam operasi perusahaan secara efektif dan efisien dengan tingkat penjualan yang rendah.

Sehubungan dengan hal tersebut, kita mempunyai pegangan bahwa kredit jangka panjang dipergunakan untuk membiayai modal kerja yang bersifat tetap, sedangkan kredit jangka pendek dipergunakan untuk membiayai modal kerja yang sifatnya berubah-ubah. Modal kerja tersebut haruslah cukup untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran dalam kegiatan sehari-hari. Dengan modal yang cukup dapat menimbulkan keuntungan bagi perusahaan karena disamping memungkinkan bagi perusahaan untuk beroperasi secara ekonomis dan efisien perusahaan tidak mengalami kesulitan keuangan. Pengelolaan modal kerja yang tepat dilihat dari ketepatan penggunaanya, adapun penggunaan modal kerja tersebut biasanya digunakan untuk: (1) Pembelian aktiva tetap; (2) Pembayaran utang atau pembelian saham; (3) Pembayaran deviden dan (4) Pembayaran beban atau biaya.

Untuk mengukur sejauh mana perusahaan dibiayai dengan hutang salah satunya dapat dilihat melalui debt to equity ratio. Debt to Equity Ratio mencerminkan besarnya proporsi antara total debt (total hutang) dengan total shareholder’s equity (total modal sendiri). Total debt merupakan total liabilities (baik utang jangka pendek maupun jangka panjang), sedangkan total shaareholder’s equity merupakan total modal sendiri (total modal saham yang di setor dan laba yang ditahan) yang dimiliki perusahaan.

Pada dasarnya setiap perusahaan pasti mempunyai tujuan akhir yaitu pencapaian laba setinggi-tingginya. Masalah profitabilitas ini sangat penting bagi kelangsungan perusahaan. Semakin tinggi laba atau profit yang di dapat semakin bertahan pula perusahaan tersebut berdiri dan dapat bersaing dengan perusahaan lain. Selain itu dapat mengembangkan perusahaan tersebut dengan laba yang di dapat. Dari laba tersebut perusahaan juga dapat mengembalikan hutang jangka pendek mauapun hutang jangka panjang. Tingkat perputaran modal kerja yang tinggi juga diharapkan terjadi dalam waktu yang relatif pendek, sehingga modal kerja yang ditanamkan dalam perusahaan akan cepat kembali.

Laba perusahaan itu sendiri dapat diukur melalui ROE perusahaan. Karena ROE mempunyai hubungan positif dengan perubahan laba. ROE digunakan untuk mengukur efekivitas perusahaan didalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan ekuitas yang dimilkinya. ROE merupakan  rasio antara laba setelah pajak (EAT) dengan total ekuitas. Alat ukur kinerja suatu  perusahaan yang paling popular antara penanam modal dan manajer senior adalah hasil atas hak pemegang saham adalah return on equity (ROE). Semakin tinggi laba perusahaan maka akan semakin tinggi ROE.

Besarnya laba perusahaan selain dipengaruhi oleh modal kerja, perputaran modal kerja, dan debt to equity ratio (DER), laba perusahaan juga dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti Current Ratio, Total Asset Turnover dan Net Profit Margin. Mengingat kondisi ekonomi yang selalu mengalami perubahan, maka dapat mempengaruhi kondisi perusahaan yang dapat dilihat dari labanya. Laba perusahaan yang harusnya meningkat, justru sebaliknya mengalami penurunan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s