Tugas Review Jurnal

Standard

Judul                                : FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDIT DELAY PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR

Pengarang                     : Fitria Kusumawardani

Diterbitkan                    : Accounting Analysis Journal

Waktu Diterbitkan      : Februari 2013

LATAR BELAKANG

Laporan keuangan merupakan instrumen yang penting bagi perusahaan karena laporan keuangan sebagai penghubung terhadap pihak luar atau pihak pemegang saham. Agar pihak pemegang saham mempercayai laporan keuangan perusahaan harus menunjuk pihak ketiga yaitu auditor independen untuk memberikan pendapat atau opini terhadap laporan keuangan perusahaan. Seorang auditor membutuhkan waktu yang cukup agar  menghasilkan opini audit yang obyektif, selain itu laporan keuangan harus diterbitkan di BEI tepat waktu dalam arti harus disampaikan sedini mungkin agar dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan ekonomi dan untuk menghindari tertundanya pengambilan keputusan tersebut. Berdasarkan peraturan BAPEPAM, laporan keuangan harus diterbitkan paling lambat 90 hari setelah tahun tutup buku, tetapi masih banyak perusahaan go public yangmasih melewati batas waktu. Hal ini yang medasari penelitian untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi audit delay. Audit delay yaitu waktu penundaan pelaporan laporan keuangan perusahaan yang diukur dari tanggal tutup buku laporan keuangan perusahaan hingga dipublikasikan di BEI. Penelitian ini mengambil sampel perusahaan manufaktur karena memiliki aktiva yang cukup kompleks dan memiliki perhitungan yang sangat rumit sehingga auditor membutuhkan waktu lebih lama. Dalam penelitian ini terdapat tiga variabel yang akan diteliti sebagai faktor dari audit delay, yaitu kondisi perusahaan, ukuran kantor akuntan publik dan opini auditor.

METODOLOGI PENELITIAN

Data Populasi dan sampel penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode tahun 2009-2010. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 133 perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode tahun 2009-2010. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik purposive sampling dengan menghasilkan sampel sebanyak 90 perusahaan.

Variabel Penelitian

  • Variabel Dependen

Variabel dependen dalam penelitian ini adalah audit delay yang dinyatakan dalam jumlah hari dan dilambangkan dengan Y. Audit delay diukur dari jumlah hari antara tanggal laporan keuangan sampai tanggal dipublikasikannya laporan keuangan di BEI.

  • Variable Independen

Variabel independen dalam penelitian ini adalah kodisi perusahaan, ukuran kantor akuntan publik, dan opini auditor yang dilambangkan dengan X.

Metode Pengumpulan Data

Pada penelitian ini data yang digunakan adalah data sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi. Metode dokumentasi yang dilakukan dengan mengumpulkan sumber-sumber data dokumenter seperti laporan tahunan perusahaan yang menjadi sampel penelitian melalui Indonesian Capital Market Didectory (ICMD).

Alat Analisis

Alat analisis yang digunakan yaitu dengan SPSS.

Metode Analisis

Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif. Statistik deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran variabel-variabel yang diteliti yang mencakup nilai rata-rata, nilai minimum, nilai maksimum dan standar deviasi. Lalu dilanjutkan dengan analisis regresi berganda guna menguji pengaruh kondisi perusahaan, ukuran kantor akuntan publik, dan opini auditor terhadap audit delay pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2009-2010. Sebelum analisis regresi berganda dilakukan, maka harus terlebih dahulu dengan uji prasyarat yaitu uji  untuk memastikan model regresi yang digunakan tidak terdapat masalah normalitas, dan linearitas. Lalu menguji dengan uji asusmsi klasik guna untuk memastikan model regresi tidak terdapat masalah autokolerasi, multikolinieritas dan heteroskedastisitas. Setelah itu menganalisis regresi linear berganda lalu dilanjutkan dengan uji hipotesis, yaitu uji simultan (uji F), uji parsial (uji T) dan uji koefisien determinasi (R2).

HASIL PENELITIAN

Statistik Deskriptif

Dilihat dari tabel dapat dilihat bahwa nilai minimum kondisi perusahaan tahun 2009 sebesar -909,60 lebih tinggi dibanding tahun 2010 yaitu sebesar -4,54, sedangkan nilai maksimum tahun 2009 lebih rendah yaitu sebesar 4,82 dibanding tahun 2010 sebesar 5,13. Hal ini berarti kondisi perusahaan tahun 2010 lebih baik daripada kondisi perusahaan tahun 2009.

Uji Normalitas

Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa besarnya nilai Asymp.Sig (2-tailed) adalah 0,745 dan lebih besar dari 0,05. Selain itu, nilai Kolmogorov- Smirnov (K-S) sebesar 0,680 dan tidak signifikan pada 0,05 maka dapat dikatakan bahwa uji normalitas terpenuhi.

Uji Linieritas

Berdasarkan hasil uji linearitas diperoleh P-value pada harga F sebesar 0,167. hal ini menunjukkan bahwa P-value lebih besardari 0,05. Hasil tersebut, berarti menunjukkan bahwa pola regresi dapatdinyatakan linear.

Uji Autokolerasi

Hasil uji autokorelasi menunjukkan bahwa model regresi penelitian ini bebas dari autokorelasi dilihat dari nilai D-W lebih besar dari batas (du) dan kurang dari (4-du), yaitu 1,774<1,971<2,226.

Uji Multikolinearitas

Hasil uji multikolonieritas menunjukkan setiap variabel bebas mempunyai nilai tolerance > 0,1 dan nilai VIF < 10. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolonieritas antar variabel bebas dalam model regresi ini.

Uji Heteroskedastisitas

Hasil uji heteroskedastisitas menunjukkan semua variabel independen mempunyai nilai sig ≥ 0,05. Jadi dapat disimpulkan model regresi tidak mengandung adanya heteroskedastisitas.

Analisis Regresi Berganda

Berdasarkan hasil analisis regresi berganda, diperoleh persamaan regresi berganda sebagai berikut: Y=94,638 – 2,637 X1 – 12,276 X2 -3,435 X3.

Uji F

Pada Uji F Tabel 2 diperoleh nilai F = 54.927>2.65 (dan sig = 0,000 < 5 % ini berarti variable independen kondisi perusahaan, ukuran KAP, opini auditor secara simultan benar-benar berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen audit delay. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi perusahaan, ukuran kantor akuntan publik, dan opini auditor sudah dapat mempengaruhi audit delay.

Uji T

  • Hasil pengujian statistik dengan SPSS pada variabel kondisi perusahaandiperoleh nilai thitung = -5.012>1,973 = ttabel, dan sig =0,000 = 0,00 ≥ 5% jadi Ho ditolak. Ini berarti variabel kondisi perusahaan secara statistik berpengaruh negatif terhadap variabel dependen audit delay. Tingginya tingkat kondisi perusahaan yang baik pada suatu perusahaan mengidentifikasikan bahwa perusahaan tersebut dalam keadaan yang sehat. Perusahaan yang berada dalam kondisi sehat, tidak akan mengalami banyak kesulitan saat proses audit berlangsung. Hal ini dikarenakan, perusahaan dengan kondisi baik, cenderung memiliki pengendalian intern dan ekstern yang baik pula, sehingga auditor tidak akan menemui kesulitan dalam pelaksanaan audit dan audit delay akan semakin singkat.
  • Pada variabel X2(ukuran KAP ) diperoleh nilai thitung = -6.366dengan nilai sig = 0,000< 5% jadi Ho ditolak, Ini berarti variabel independen ukuran KAP secara statistik berpengaruh negatif terhadapvariabel dependen audit delay. Semakin besar ukuran KAP maka akan menjamin suatu kredibilitas yang baik bagi KAP itu sendiri. KAP yang sudah besar tentunya memiliki sumber daya manusia yang berkualitas sehingga mampu menghasilkan audit laporan keuangan yang dapat dipercaya oleh perusahaan dan para investor.
  • Pada variabel X3 (Opini auditor) diperoleh nilai thitung = -5.179 dan sig =0,00% <5% jadi Ho ditolak. Ini berarti variabel independen Opini auditor secara statistik berpengaruh negatif terhadap variabel dependen audit delay. Opini audit yang baik harus mengemukakan bahwa laporan keuangan yang telah diaudit sesuai dengan ketentuan standar akuntansi keuangan dan tidak ada penyimpangan material yang dapat mempengaruhi pengambilan suatu keputusan. Perusahaan yang mendapat opini negatif dari auditor cenderung akan menutupi laporan keuangannya sehingga akan memperpanjang audit delay.

Koefisien Determinasi Ganda (Adjusted R2)

Pada hasil koefisien determinasi ganda diperoleh nilai Adjusted R2 = 0,475 = 47,5% ini berarti variabel bebas kondisi perusahaan, ukuran KAP, dan opini auditor perusahaan secara bersama-sama mempengaruhi variabel dependen audit delay sebesar 47,5% dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini.

Koefisien Determinasi Parsial

Besarnya pengaruh kondisi perusahaan adalah 12,46% yang diperoleh dari kondisi perusahaan dikuadratkan yaitu (-0.353)2. Besarnya pengaruh KAP adalah 18,74% yang diperoleh dari KAP dikuadratkan yaitu (-0.433)2. Besarnya pengaruh opini auditor adalah 13,24% yang diperoleh dari Opini auditor dikuadratkan yaitu (-0.364)2.

SIMPULAN

Simpulan berdasarkan hasil dari pembahsan terhadap penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi perusahaan, ukuran kantor akuntan publik, dan opini auditor secara simultan berpengaruh terhadap audit delay, sedangkan secara parsial kondisi perusahaan, ukuran kantor publik, dan opini auditor berpengaruh terhadap audit delay.

KETERBATASAN

  • Penelitian ini hanya menggunakan tiga variabel independen, yaitu kodisi perusahaan, ukuran kantor akuntan publik, dan opini auditor.
  • Pnelitian ini memiliki jumlah data terbatas yakni periode 2009-2010.

Nama Periview : Sentika Wiguna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s